PADANG, halosumbar.com — Minat masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk berinvestasi di pasar modal menunjukkan tren yang kian melesat. Hal ini terlihat dari melonjaknya nilai transaksi keuangan serta pertambahan jumlah investor daerah sepanjang Januari hingga September 2026.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar, Early Saputra, mencatat akumulasi nilai perdagangan saham dan instrumen pasar modal di Ranah Minang telah menyentuh Rp19,8 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 lalu yang berada di angka Rp14,1 triliun, ada lonjakan sekitar Rp5,7 triliun atau naik 40,43 persen secara tahunan,” ungkap Early dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Meningkatnya perputaran dana tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah masyarakat pemilik akun investasi. Sepanjang tahun ini, tercatat ada 289.834 Single Investor Identification (SID) baru berbasis KTP Sumbar. Alhasil, total kepemilikan investor pasar modal di Sumbar kini sudah menembus 581.256 SID—hampir dua kali lipat dibanding angka di awal tahun yang sebanyak 291.422 SID.
Menariknya, nilai transaksi bursa di Sumbar dinilai berpeluang lebih besar dari capaian saat ini. Pihak BEI Sumbar mengindikasikan adanya kejanggalan atau anomali pencatatan data pada periode Juni dan Juli 2026 yang tengah dalam tahap penelusuran.
“Apabila proses verifikasi dan penyesuaian data dua bulan tersebut rampung, perkiraan realisasi transaksi sembilan bulan pertama ini sebenarnya bisa menembus Rp23 triliun sampai Rp24 triliun,” terang Early.
Meski angka itu masih bersifat taksiran, Early menegaskan bahwa secara umum ritme perdagangan pasar modal di Sumbar saat ini sudah sangat solid, dengan rata-rata transaksi konsisten melampaui Rp2 triliun saban bulannya. Bahkan pada kurun waktu akhir 2025 hingga Februari 2026, nilainya sempat menyentuh rekor Rp3 triliun hingga Rp5 triliun per bulan.
Meskipun begitu, Early menyarankan agar publik melihat angka SID dan nilai transaksi secara proporsional. Kepemilikan SID merupakan kode identitas resmi investor, sehingga besarnya angka tersebut tidak otomatis menggambarkan jumlah orang yang aktif bertransaksi setiap hari.
Secara keseluruhan, BEI menilai pergerakan pasar modal di Sumbar terus berada di jalur positif dan makin diminati masyarakat luas.








