Selasa, 27 Oktober 2026 • 06:43 WIB
TOPIK:
BREAKING NEWS
SUMBAR TOKOH PUBLIK

Soal Kericuhan Pasar Raya, Rachmad Wijaya Desak Pemko Prioritaskan Dialog

2.504 views 2 menit baca
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya

PADANG, halosumbar.com — Insiden kericuhan yang sempat mewarnai proses penertiban di kawasan Pasar Raya memicu reaksi keras dari DPRD Kota Padang. Pemerintah Kota (Pemko) Padang diminta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar penataan pasar tidak berujung pada konflik di lapangan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menilai bahwa penataan kawasan perdagangan memang menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, serta nyaman bagi semua pihak. Kendati demikian, ia mengingatkan agar proses tersebut tidak sampai mengorbankan kelangsungan mata pencaharian masyarakat kecil.

“Kericuhan yang terjadi menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Persoalan yang memicu ketegangan perlu ditelusuri agar pelaksanaan penertiban berikutnya tidak kembali menimbulkan gesekan antara aparat dan pedagang,” tegas Rachmad saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/10/2026).

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak boleh hanya berfokus pada kerapian fisik semata. Komunikasi yang buruk dinilai menjadi salah satu pemicu utama kesalahpahaman. Oleh karena itu, ia mendorong agar sosialisasi dan dialog terbuka selalu diutamakan sebelum sebuah kebijakan diterapkan.

“Dialog dengan pedagang menjadi salah satu kunci penyelesaian persoalan. Dengan membuka ruang komunikasi, pemerintah dapat mendengar langsung keluhan, kebutuhan, dan kendala yang dihadapi pedagang sekaligus menjelaskan tujuan serta aturan penataan yang harus dipatuhi bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rachmad juga mendorong Pemko Padang untuk memberikan kepastian hukum yang jelas mengenai aturan berjualan serta penataan lokasi usaha. Menurutnya, kejelasan tersebut krusial agar para pedagang memahami hak dan kewajiban mereka secara utuh.

Ia menutup keterangannya dengan menekankan bahwa tolak ukur keberhasilan penataan Pasar Raya bukan sekadar pemandangan pasar yang tampak rapi. Lebih dari itu, roda perekonomian dan dapur para pedagang harus dipastikan tetap berjalan dengan baik melalui langkah yang bijak serta komunikasi yang berkelanjutan.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

HALOIKLAN — SIDEBAR 300X100
Space Iklan Tersedia

VIDEO

LIHAT SEMUA VIDEO →

VIDEO SHORTS

LIHAT SEMUA SHORTS →