JAKARTA — Kualitas kepelatihan John Hardman kembali dipertanyakan setelah Tim Nasional Indonesia tampil tak menyakinkan saat bersua Malaysia pada laga Senin (28/9/2026) malam.
Meski diperkuat materi pemain keturunan yang mendominasi kedalaman skuad, Garuda dinilai masih miskin skema dan terlalu bergantung pada aksi individual.
Dalam laga tersebut, Indonesia sempat memberikan harapan di 15 menit awal. Namun, usai gol Justin Hubner dianulir, arah permainan anak asuh Hardman mendadak runtuh. Lini tengah kerap kehilangan kendali dan transisi permainan tampak kacau, hingga memberi ruang bagi Malaysia untuk melancarkan gelombang serangan berbahaya.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam karena Malaysia yang mengandalkan talenta dan pelatih lokal justru tampil lebih berani serta terorganisasi.
Beruntung, ketangguhan Marten Paes di bawah mistar gawang dan solidnya lini belakang berhasil menghindarkan Indonesia dari kekalahan.
Masalah taktik ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, saat menghadapi Singapura, Hardman menurunkan starting XI yang sepenuhnya diisi pemain keturunan. Namun, permainan yang disajikan justru terburu-buru, kurang rapi, dan jauh dari kata atraktif.
Gaya instruksi Hardman yang agresif dari pinggir lapangan pun dinilai belum memberi dampak nyata pada struktur permainan di dalam rumput hijau. Evaluasi ini mengingat kembali memori kelam Piala AFF lalu, ketika materi pemain yang melimpah tetap berujung kekalahan telak 0-3 dari Vietnam.
Kini, publik menanti kepastian hingga kapan proses adaptasi ini digaungkan. Jelang persaingan berat di Piala Asia, pekerjaan rumah John Hardman bukan sekadar meraih hasil akhir, melainkan membuktikan kapasitasnya dalam membangun sistem permainan yang jelas, rapi, dan konsisten.