halosumbar.com, PADANG — Kualitas udara Kota Padang berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Hasil pemantauan pada Minggu (13/9/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan udara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman No. 51 masuk kategori berbahaya.
Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di lokasi tersebut tercatat 302. Kondisi ini terutama dipengaruhi tingginya PM2,5, yakni partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Berdasarkan laporan Spiritsumbar.com, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain PM2,5, hasil pemantauan juga mencatat beberapa parameter pencemar lainnya. PM10 berada pada angka 151, SO₂ sebesar 19, karbon monoksida (CO) 31, nitrogen dioksida (NO₂) 36 dan hidrokarbon (HC) 7.
Kondisi udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik cukup berat.
Pada anak-anak, perhatian lebih perlu diberikan. Aktivitas seperti bermain di luar rumah, olahraga, upacara maupun perjalanan pergi dan pulang sekolah dapat meningkatkan paparan terhadap udara luar.
Jika kondisi udara terus berada pada tingkat berbahaya, pembelajaran dari rumah dapat menjadi salah satu pilihan sementara untuk mengurangi paparan. Namun, keputusan mengenai kegiatan sekolah tetap perlu mempertimbangkan kondisi terbaru dan kebijakan pemerintah daerah bersama pihak sekolah.
Situasi tersebut juga terjadi di tengah masih adanya perhatian terhadap asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera. Dalam laporan periode 8–14 September 2026, BMKG menyebut asap masih terpantau di beberapa daerah, termasuk Sumatera Barat.
BMKG juga memperkirakan adanya peluang hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 11–14 September. Namun, hujan tidak selalu turun secara merata sehingga kondisi udara di setiap daerah dapat berbeda.
Masyarakat perlu mengenali sejumlah tanda ketika tubuh mulai terdampak udara buruk. Batuk berkepanjangan, sesak napas, napas berbunyi, tenggorokan teriritasi atau mata terasa perih merupakan keluhan yang patut diperhatikan.
Orang tua juga perlu lebih aktif memantau kondisi anak selama kualitas udara memburuk. Jika muncul keluhan pernapasan yang cukup berat atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Yang juga perlu diketahui, partikel polusi berukuran sangat kecil tidak selalu terlihat oleh mata. Karena itu, kondisi langit yang tampak normal belum tentu menunjukkan kualitas udara yang baik.
Warga Kota Padang disarankan terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca melalui sumber resmi. Angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, cuaca dan faktor lainnya.
Selama kualitas udara masih berada pada kondisi buruk, mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dapat dilakukan, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak polusi.

