📅 Thursday, 8 October 2026
iklan halosumbar

Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Pendidikan Menuju Indonesia Emas

Penulis: awe • 07 October 2026, 05:51 WIB
👁 14 pembaca
Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Pendidikan Menuju Indonesia Emas Ketua-DPRD-Sumbari

halosumbar.com, PADANG — Masa depan Indonesia pada 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang sedang dipersiapkan saat ini. Karena itu, guru dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan kemampuan beradaptasi.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).

Iklan

Muhidi mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan pola kerja. Perubahan itu harus direspons dengan peningkatan kemampuan tenaga pendidik sehingga proses belajar mengajar tetap relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.

Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan untuk melihat potensi setiap peserta didik dan mendorong mereka agar berani berkembang. Lingkungan sekolah juga diharapkan mampu menjadi tempat yang menumbuhkan motivasi, rasa percaya diri, kreativitas dan semangat untuk terus belajar.

Selain kemampuan akademik, pembangunan karakter menjadi bagian yang tidak kalah penting. Muhidi mengingatkan agar pendidikan tetap memberikan ruang bagi penanaman nilai agama, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi modal utama dalam memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia. Kekayaan sumber daya alam, menurutnya, tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya.

“Generasi yang kita siapkan harus memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, akhlak dan keimanan. Mereka juga harus mampu memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Muhidi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Muhidi meminta guru PPPK tidak berhenti pada peningkatan kemampuan mengajar. Profesionalisme harus berjalan bersama keteladanan, sebab perilaku pendidik dalam kehidupan sehari-hari turut menjadi bagian dari proses pendidikan peserta didik.

Ia juga menyoroti pentingnya hubungan yang kuat antara sekolah dan keluarga. Pendidikan anak, katanya, membutuhkan dukungan banyak pihak sehingga komunikasi antara guru, orang tua, peserta didik dan masyarakat perlu terus diperkuat.

“Anak-anak tidak bisa kita kelola sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan komunikasi yang baik agar berbagai potensi mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Muhidi menyebut target Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan dari sekarang, terutama karena Indonesia akan memasuki satu abad kemerdekaan pada tahun tersebut. Bonus demografi harus diarahkan menjadi kekuatan pembangunan dengan memastikan generasi produktif memiliki kualitas yang memadai.

Di tengah perubahan yang semakin cepat, ia berharap sekolah mampu melahirkan generasi yang fleksibel dan kreatif. Namun, kemampuan mengikuti perkembangan zaman tetap harus diimbangi dengan prinsip dan nilai yang kuat agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengikut perubahan.

Peningkatan kompetensi guru PPPK pun diharapkan memberikan pengaruh langsung terhadap mutu pendidikan di Sumatera Barat. Guru yang terus belajar dan memperbaiki kualitas diri diyakini akan lebih siap menghadapi kebutuhan peserta didik yang juga terus berubah.

Muhidi menegaskan bahwa pekerjaan guru memiliki dampak panjang karena peserta didik yang dibimbing hari ini merupakan generasi yang nantinya menentukan arah bangsa.

“Guru hari ini sedang mempersiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, tugas mendidik harus dilaksanakan dengan pengetahuan, keteladanan dan keikhlasan,” pungkasnya.