Wakili Indonesia, Werry Darta Taifur Hadiri Jamuan Raja Arab Saudi

Bagikan

Halosumbar.com – Arab Saudi kembali menggelar Festival Warisan Budaya Nasional (National Festival of Heritage and Culture). Festival tahunan yang bertajuk penekanan identitias Arab dan Islam tersebut dilansungkan di Kota Riyadh, mulai Rabu hingga Selasa (7-13/2).

Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Garda Nasional (The Ministry of National Guard), merupakan acara budaya yang melibatkan banyak negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara sahabat Kerajaan Arab Saudi, termasuk Indonesia. Mantan Rektor Universitas Andalas, Werry Darta Taifur, menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia.

“Syukur alhamdulillah tahun ini saya dan Prof Gumilar Rusliwa Somantri, mantan Rektor UI mendapat undangan lagi untuk menghadiri National Festival of Heritage and Culture dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” ucap mantan Rektor Unand periode 2011-2015 tersebut.

Festival Warisan Budaya Nasional ini lanjutnya lagi, diadakan di suatu kawasan khusus yang bernama Janadriyah, kira-kira 47 KM dari pusat Kota Riyadh. Sehingga National Festival of Heritage and Culture sering juga disebut dengan Jandriyah Festival. Festival itu telah dimulai semenjak era Raja Fahad bin Abdul Aziz, dilanjutkan oleh Raja Abdullah bin Abdullaziz dan sekarang dilanjutkan oleh Raja Salman bin Abdulaziz.

“Kawasan Janadriyah sebagai tempat pelaksanaan festival semakin tahun semakin dibenahi, sehingga sudah menjadi kawasan moderen dengan berbagai fasilitas yang semakin lengkap untuk pengunjung dalam jumlah besar,” ujarnya lagi.

Menurut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftu Abegebriel, kata Werry, baru tahun 2018 ini Indonesia diberi kesempatan berpartisipasi untuk mengisi standar dan acara di arena tersebut.

Halaman Istana Al Yamamsh, Kediaman Raja Salman

“Saya dan Prof Gumilar sampai saat ini belum tahu secara pasti kenapa dipilih mewakili Indonesia untuk tahun 2018, padahal tidak lagi menjabat sebagai rektor. Apapun asalannya, bagi saya, penunjukan ini memberi isyarat bahwa saya masih dalam monitor radar Kedutaan Besar Arab Saudi Jakarta dan Kementrian Garda Nasional, Kerajaan Arab Saudi, meskipun tidak lagi menjadi Rektor Unand,” sebut Ekonom kelahiran Lima Puluh Kota itu.

Selain masih menjadi perhatian, kata Werry, kehadirannya di Arab Saudi membuat Universitas Andalas lebih siap menjadi kampus bertaraf internasional.

“Tentu hal ini tidak saja menjadi kebanggaan pribadi saya, tetapi yang lebih penting lagi adalah menjadi kebanggaan bagi Universitas Andalas tempat saya bekerja. Secara tidak langsung penunjukan saya memberi indikasi bahwa Universitas Andalas masih menjadi salah satu pusat perhatian dan mempunyai nilai strategis bagi Kerajaan Arab Saudi di Indonesia,” tukuknya.

Adapun yang menjadi tujuan festival budaya tahunan tersebut adalah untuk menekankan pentingnya identitas Arab dan Islam, mengkonsolidasikan semua aspek warisan nasional untuk dipertahankan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Festival Janadriyah juga bagian dari misi budaya Garda Nasional untuk melayani budaya dan masyarakat Arab Saudi dalam mempertahankan eksitensi negara, menjaga kepercayaan, keamanan dan stabilitas Kerajaan Arab Saudi.

Rangkaian kegiatan resmi iven tersebut antara lain pembukaan festival di Janadriyah yang dihadiri oleh Raja Salman pada tanggal 7 Februari 2018. Acara pembukaan itu diawali dengan menonton Pacu Unta (Camel Race) yang sudah ditunggu-tunggu, musabab unta yang bertanding tersebut adalah milik orang-orang kaya dari negara tetangga, seperti Uni Emirat Arab, Kuwait dan negara lainnya. Untuk yang ikut berpacu itu dihargai sampai Rp 8 milyar.

Werry Darta Taifur bersama Istri di sebuah tenda di padangpasir, ketika menyaksikan pacu unta

Kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam oleh Raja Salman di salah satu hall besar di Kawasan Janadriyah. Rangkaian acara dilanjutkan dengan menonton opera tentang berdirinya Kerajaan Arab Saudi dan berbagai seri perjuangan penting yang dilalui oleh Kerajaan Arab Saudi.

Werry Darta Taifur menghadiri jamuan makan malam Raja Arab Saudi di Janadriyah, Rabu (7/2)

“Raja Salman di tribun VVIP ikut mengacungkan pedang kepada peserta opera dan disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh hadirin yang datang dari berbagai negara,” terang akademisi yang baru saja dilantik sebagai Komisaris PT Semen Padang itu.

Hari berikutnya ialah kegiatan seminar di King Faisal Hall di Inter Continental Hotel, Riyadh. Selanjutnya pada hari Jumat (9/2), peserta festival menyaksikan penampilan berbagai budaya dan kerajinan lokal serta  mengunjungi stand expo dari pelbagai perusahaan, institusi kerajaan serta menyaksikan kemajuan teknologi dan pendidikan Arab Saudi.

Hari Minggu (11/2) merupakan acara puncak, dimana semua peserta yang diundang dari berbagai negara digiring ke Istana Yamamah, Riyadh. Pada kesempatan tersebut Raja Salman menyampaikan  pesan untuk memperkuat kerjasama dalam bidang budaya, pendidikan dan berbagai bidang ilmu pengetahuan sesama negara muslim, menghindari tumbuhnya radikalisme dan terorisme.

Sebelum sambutan Raja Salman, ulama dari Pakistan, Mukhti, mewakili peserta yang hadir berucap bahwa semua negara yang hadir mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Raja Salman. Dia berharap pemberantasan korupsi di Arab Saudi berdampak terhadap positif kepada negara Islam lainnya.

Hari ini jamuan terhadap mantan rektor unand itu berakhir. Selasa ini (13/2), sebelum pulang ke tanah air, Werry akan bertolak ke Mekah dan Jeddah untuk melaksanakan ibadah umrah. (HS/Oneal)

Related Posts