Harimau Palupuah Batal Dievakuasi, BKSDA Tambah Perangkap dan Kamera

Bagikan

HaloSumbar.com – Kepala BKSDA Sumbar, Erly Sukrismanto menyebutkan harimau palupuah batal dievakuasi. Untuk itu, pihaknya bakal memasang dua perangkap tambahan dilengkapi sejumlah kamera pengintai.

“Setelah mempertimbangkan kesehatan harimau dan keamanan masyarakat, akan ditambah dua kerangkeng besi lagi. Hal itu agar sedapat mungkin menjaring dua ekor harimau yang masih berkeliaran,” kata Erly saat diwawancara HaloSumbar.com di Palupuah, Minggu (15/4).

Dikhawatirkan Erly, jika anaknya yang tertangkap langsung dibawa, maka harimau tersisa akan mengamuk.

“Kata tim dokter, harimau yang tertangkap ini dalam kondisi sehat dan dapat bertahan dua-tiga hari ke depan,” jelasnya.

“Kami juga harapkan pemerintah setempat termasuk jajaran kepolisian agar tetap memantau lokasi. Sedapat mungkin tidak banyak warga yang mendekat, agar tidak membuat harimaunya stres dan dapat memancing yang dua ekor lagi,” imbuhnya.

Untuk memastikan keselamatan penduduk setempat yang berladang di sekitar lokasi, Erly memerintahkan jajarannya untuk berjaga di lokasi secara bergantian.

“Dalam dua hari ke depan akan disimpulkan apakah sudah bisa dievakuasi atau tidak. Yang jelas kita lihat dulu perkembangannya,” pungkasnya.

Terkait : Tim Dokter Pastikan Kesehatan Harimau Palupuah

Sebelumnya, petugas BKSDA Sumbar memasang kerangkeng besi untuk menangkap harimau Sumatera yang menebar teror di kawasan Palupuah, Kabupaten Agam. Hari ketiga setelah pemasangan itu, seekor anak harimau yang diperkirakan berusia dua tahun berhasil tertangkap. (HS/Oneal)

 

Related Posts