Detik-detik Ambruknya Masjid Baiturrahman, Ada Suara Mistis dari Arah Kuburan

Bagikan

Halosumbar.com – Woi. Woi. Woi. Demikian suara mistis yang terdengar oleh Sukardi dari arah kuburan samping Masjid Baiturrahman sesaat sebelum masjid tersebut ambruk. Sukardi adalah saksi mata yang melihat langsung proses ambruknya Masjid Baiturrahman, dan tinggal persis di samping timur masjid. Rumah Sukardi masih berada dalam komplek masjid tersebut.

Dituturkannya, dia baru saja selesai mandi di pemandian yang berada tepat di belakang masjid. Baru beberapa langkah dari pemandian, berjarak sekitar 4 meter dari dinding samping masjid. Tiba tiba Sukardi dikejutkan dengan teriakan dan dalam hitungan detik diikuti dengan suara dentuman keras sebanyak tiga kali.

Sukardi kaget bukan kepalang, betapa tidak, bangunan masjid yang hanya berjarak 5 meter darinya mendadak ambruk.

“Suaranya seperti mobil dumptruck membongkar muatan batu kali,” terang Sukardi mengawali kesaksiannya.

Dikatakannya lagi, bagian pertama yang ambruk adalah kubah utama yang persis berada di tengah-tengah masjid. Lalu diikuti dengan bagian bangunan di sekitar kubah itu.

“Seketika bangunan masjid ditutupi kabut putih akibat reruntuhan bangunan, tak tampak apapun kecuali kabut. Itu berlansung sekitar lima menit,” ujar Sukardi.

Hendrinaldi,  saksi mata lain juga menuturkan kesaksiannya. Pria yang berprofesi sebagai penyuluh agama di KUA Kecamatan Payakumbuh Timur ini saat kejadian mengaku menyaksikan langsung detik-detik ambruknya bangunan masjid.

“Awalnya saya berada dalam lokal MDA Masjid Baiturrahman, mengajar anak-anak mengaji. Kemudian dari arah masjid terdengar suara tukang memanggil nama saya setengah berteriak. Ketika saya songsong, tukang sudah berada di luar pintu masjid. Lalu tiba tiba terdengar bunyi gemuruh sebanyak tiga kali dari arah atap masjid, seketika kubah dan bangunan masjid roboh,”  kata Hendrinaldi.

Kabut tebal langsung menyelimuti bangunan masjid yang roboh katanya lagi.

“Saya kaget bercampur panik, seketika saya kontak ketua masjid, lurah, camat. Saya bilang kepada ketua, kesinilah bapak, kesinilah, masjid awak dak ado lai,” cerita Ust. Endi,  panggilan sehari-hari Hendrinaldi.

Ust. Endi merupakan orang pertama yang mendokumentasikan keadaan bangunan pasca roboh dan menyampaikannya melalui media sosial, sehingga kejadian robohnya Masjid Baiturrahman menjadi viral, dan diketahui masyarakat banyak.

Ratusan orang langsung menyambangi halaman Masjid Baiturrahman Kelurahan Payobasung.  Semuanya kaget, tak menyangka masjid yang begitu megah dan indah itu telah roboh.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi pun langsung datang melihat. Tak ketinggalan Sekda,  Asisten,  dan beberapa kepala OPD Kota Payakumbuh. (HS/Irwan Suwandi)

 

Related Posts